Kebun Raya Sriwijaya Terbakar, Sumsel Terancam Kehilangan Edutrip

Kebun Raya Sriwijaya Terbakar, Sumsel Terancam Kehilangan Edutrip

Kebun Raya Sriwijaya (KRS) alami kebakaran hebat pada musim kemarau tahun ini. Tujuan Wisata yg terdapat di desa Bakung, Indralaya Utara, Ogan Ilir ini mulai terbakar sejak mulai Ahad minggu lalu serta sampai ini hari. Usaha pemadaman serta pembasahan area masih berjalan. Kepala UPTB Kebun Raya Sriwijaya, Zulkarnaen memperjelas data yg sukses mereka mengumpulkan, kebakaran telah menghanguskan 26, 72 hektar, yg melumat tanaman beberapa type.

Sebelum terbakar, Kebun Raya Sriwijaya sebagai satu diantara tujuan wisata jagoan untuk Sumatera Selatan atau Ogan Ilir. Menurut Zulkarnaen, banyak pelancong datasgp rata-rata memakai sejumlah spot, jadi objek swafoto. Pelancong rata-rata ambil poto di kira-kira taman gambut yg bertempat di samping utara gedung perkantoran. Di taman gambut, pelancong bisa nikmati bentangan tanaman unik rawa Sumatera Selatan seperti gelam, pulai, dan perepat. Di banyak tempat pula, pengunjung bisa lihat type tumbuhan bawah seperti pakis udang, pakis tanah, belidang, seduduk, resam serta rayutan. ” Juga ada beberapa tanaman hias, ” tuturnya.

Ini sebagai cuma satu kebun raya gambut di Indonesia, ” kata Zulkarnaen, Senin, 16 September 2019. KRS ini terdapat di Jalan raya Indralaya-Prabumulih atau punya jarak kira-kira 40 km dari Lapangan terbang Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Tidak hanya peranan tamasya, di area berluas keseluruhan 100 hektar ini, KRS dibuat buat melestarikan tanaman unik wilayah serta plasma nutfah Sumatera Selatan, mengkonservasi beberapa type tumbuhan obat Sumsel, kerjakan riset serta peningkatan.

Baca juga : Kupang Miliki Gua Ajaib Berair Sejernih Kristal

Tanaman yg terbakar menurut Zulkarnaen mencakup tanaman unik rawa gambut serta area basa yang lain seperti pulai, jelutung, blangeran, tembesu, gelam, serta belasan type yang lain. Tanaman yg terbakar dengan usia banyak variasi dimulai dengan satu tahun sampai empat tahun. Karena kebakaran itu, Peranan riset serta tamasya buat sesaat ditiadakan hingga situasi normal kembali. ” Tempo hari ada kira-kira 500 masyarakat kira-kira turut mematikan api, ” kata Zulkarnaen.

Selain itu Nopriadi, Kepala Seksi Konservasi Kebun Raya Sriwijaya memperjelas area yg terbakar mencakup 2 hektar semak belukar serta 24, 72 hektar sebagai tanaman tumbuh beberapa type. Kebun ini tuturnya sebagai pusat pengetahuan botani, area konservasi, area riset serta pendidikan serta yg terutama jadi media tamasya di alam terbuka. ” Buat kerugian material sedang kami kalkulasi tetapi yang pasti pohon yg terbakar telah beberapa ribu batang, ” tuturnya.

Kebun Raya Sriwijaya yg ada dibawah unit pelaksana tekhnis tubuh (UPTB) KRS, Tubuh Riset serta Peningkatan datahk Wilayah Sumsel. Menurut Nopriadi, jadi peranan tamasya, area ini dibuka buat umum pada Sabtu serta Minggu. Sedang buat hari Senin sampai Jumat berperan jadi kebun riset. Sampai sekarang, KRS telah diperlengkapi dengan tiga gedung perkantoran, rumah dinas, wisma tamu. Diluar itu buat kebutuhan air, pengelola memakai air sedang penerangan memakai solar cell. ” Buat peranan tamasya serta riset tak kami pungut ongkos, ” tuturnya.